Home » » Rumi Cahaya Dan Bayangan

Rumi Cahaya Dan Bayangan

Written By satrio on Monday | 08:08

Rumi Poetry:Cahaya dan bayangan

 CAHAYA DAN BAYANGAN

Tak mungkin suatu semesta terpisah
dari semesta-semesta lainnya.
Tidak mungkin basah terpisah dari air,
suatu langkah dari gerakan lainnya.

Takkan padam nyala api dengan api lainnya
wahai anakku, hatiku berdarah karena cinta,
jangan bersihkan darahku dengan darah yang lain.

Hanya matahari yang mampu enyahkan bayangan.
Matahari memanjangkan dan memendekkan bayangan
carilah kuasa ini dari Sang Matahari.

Kalaupun ribuan tahun kau coba hindari,pada akhirnya
kan kau dapati bayangan senantiasa bersamamu.

Yang melayanimu adalah dosa-dosamu,
yang menolongmu adalah sakitmu,
nyala lilinmu adalah kegelapanmu,
pencarian dan jelajahmu dari jerat rantaimu.

Hal ini kan kujelaskan,hanya jika telah kuat hatimu
sebab jika remuk kristal-gelas hatimu,takkan pernah ia pulih.

Mestilah engkau miliki, dan sandingkan
keduanya: cahaya dan kegelapan;
dengarkanlah anakku,
bersujudlah dalam-dalam di hadapan Pohon Taqwa.

Ketika dari Pohon Rahmat-Nya,
Dia tumbuhkan untukmu sayap dan bulu,
jadilah sesenyap merpati,
jangan mendekur.

Ketika seekor katak masuk kedalam air,
sang ular tak dapat mendengarnya;
tapi saat ia menguak,
ular jadi tahu dimana ia berada.

Walaupun sang katak berusaha menipu,
dengan mendesis menirukan ular,
suara aslinya yang parau tetap terdengar.

Sang katak hanya dapat selamat jika menutup mulut,
dan diam di sudut bahkan sebutir gandum pun,
jika ia bisa diam di sudut,berubah jadi harta-karun.

Ketika sebutir gandum berubah menjadi harta-karun,
takkan ia lenyap ditelan bumi, jiwa yang bagai sebutir gandum,
berubah menjadi harta-karun,ketika ia mencapai khazanah Hu.

Apakah kuakhiri kata-kata ini disini,atau kuperas lagi,
Engkau lah, Sang Pemilik Sabda, yang tentukan
Wahai Rajaku siapalah hamba ini.

 Sumber:Divan-i Syamsi Tabriz
BY: Rumi

0 comments:

Post a Comment